Setahun yang lalu, saya bangun tidur dalam keadaan bingung mau ngapain karena tiga hal. Pertama, salah mengambil keputusan resign dari kantor, kedua, nggak jadi ke Jakarta dan ketiga pandemi yang nggak selesai-selesai.
Saat postingan ini dibuat, saya udah dapet kerja sih, tapi kalau diingat-ingat lagi keputusan resign beberapa waktu lalu di kantor pertama, sebenernya bikin geleng-geleng kepala.


Terakhir bikin film itu, tahun 2016 akhir, kalo nggak salah. Judul filmnya Kejar, bisa ditonton di channel youtube saya. Itu saya terlibat banget sama filmnya. Saya ikut semua prosesnya, mulai dari pra, produksi dan pascanya. Gimana nggak terlibat, itu memang tugas kuliah, kalau nggak dikerjain nanti auto E. Tahun 2018, sebenarnya saya bikin film pendek jadi media promo kampus buat Erasmus gitu, tapi cuma nulis skenarionya aja sih.


Ada satu profesi yang pengin banget saya cobain di dunia ini, yaitu penyiar radio. Penyebabnya sebenarnya ada dua, pertama: banyak teman satu jurusan sewaktu kuliah dulu, jadi penyiar radio di Malang. Yang kedua: Penasaran sama suara-suara penyiar ini, pas ngobrol tentang tugas, atau hal-hal random lainnya, suara mereka tuh biasa aja, tapi begitu pegang mic, suaranya jadi beda, jadi lebih bagus dan ngebass. Aneh kan? Kok bisa gitu ya?



Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, adalah film ke 11 Angga Dwimas Sasongko, diangkat dari bukunya Marcella FP yang berjudul sama. Bercerita tentang sebuah keluarga yang utuh. Ibu, Bapak, anak sulung, anak tengah dan bungsu yang ternyata memiliki masalah mereka masing-masing. Cerita digerakkan oleh Awan (Rachel Amanda) anak bungsu, yang merasa hidupnya terlalu dikekang oleh Ayahnya. Sebenarnya bukan hanya dia yang di kekang, tetapi si sulung juga, yaitu Angkasa yang diperankan oleh Rio Dewanto. . Ada juga Aurora (Sheila Dara), memerankan anak tengah, yang dingin dan seperti terasingkan dari keluarganya.