Izinkan Aku Kembali


Pukul 1.20 malam, aku masih terjaga, entah apa yang membuatku masih terjaga sampai selarut ini, mungkin karena udara dingin yang menderu pelan dari tempat jemuran baju kostku atau… kenangan-kenangan masa lalu yang masih menggores pelan di hatiku.


Tidak ada kegiatan selain membaca buku yang sore tadi aku beli. -15 April 2016-. Jika memang kita masih berjodoh, tanggal itu adalah hari di mana kita akan merayakan hari bersejarah kita? Oh ya bukan kita, namun.. aku dan kamu. Hari itu, jika saja aku dan kamu tetap bersama, aku dan kamu sudah memasuki bulan ke tiga. Masih terlalu cepat memang, tapi aku benar-benar sayang.

“Padahal bukunya lucu, kok aku nggak ketawa ya?” gumamku dalam hati. Apa masih lebih lucu bagaimana aku menyatakan cinta kepadamu? Tiba-tiba kenangan-kenangan itu teringat, bagai air yang dimasak terlalu lama, menguap. teringat. Awalnya hanya sebagian, sepersekian detik kemudian aku mengingat semua alurnya. Semua.

Saat itu kita, dengan anak-anak magang yang lain, sedang duduk istirahat sambil memakan Sushi gratis dari mbak Fitri di T-Zone, tempat kita berjualan, seingatku begitu. Kita semua masih asik makan dengan lahap. Sampai mbak Fitri mengatakannya dengan nada bercanda, “kalo serius ya tembak sekarang aja Rul”

Tanpa menunggu responmu seperti apa, aku meraih tangan kananmu yang baru saja memasukkan sesuap Sushi ke bibir tipismu, kita seperti teman yang lama tidak berumpa, kita bersalaman. Tanganmu begitu halus. Aku masih mengingatnya sampai sekarang. Semua orang yang ada di tempat itu melihat kita. Bukan, melihat aku dan kamu.

“Mulai saat ini kita pacaran ya?” kataku sambil tertawa kecil, aku jujur waktu itu aku begitu malu.

“Enggak” katamu. “Kamu nggak pernah serius” kamu berhenti sejenak, menelan Sushi yang tadi kamu makan. “kalo serius, tatap mataku”

Aku tidak menolak, ya walaupun jika dibayangkan, saat itu lebih mirip adegan sulap daripada menyatakan cinta ke seorang wanita.

Tanpa ragu sedikitpun, aku menatap matamu, dalam. Saat itu kita resmi menjadi… sepasang kekasih. Hari itu begitu romantis dengan backsound tawa dari teman-teman yang lain.

***

Ah~ semua hal indah itu sekarang hanya menjadi kenangan, mungkin hanya bagiku saja, bukan bagimu. Mungkin, kenangan itu sudah tertutup dengan apa yang aku lakukan kepadamu. Kesalahan, amarah, rasa benci, menutup semua kenangan indah, termasuk hal-hal bahagia yang pernah kita lalui… berdua.

Ingatanku terlempar pelan, saat kita bertemu. Bukan… saat aku dan kamu bertemu di salah satu café favorit anak gaul Malang. Harapanku malam itu aku bisa duduk berdua denganmu, paling tidak bersebelahan, namun saat itu kita pergi beramai-ramai, rasanya tidak mungkin. Ada mas Aka, Mbak Erni, Bli Gede, dua tamu dari luar kota, mas Hamsa, mas Rikhi, mbak Fitri, mas Oka, Mbak Panda, mas Bibin. Tepatnya 13 orang, termasuk aku dan kamu. Bahkan aku ingat detail semuanya, termasuk pakaian apa yang kamu kenakan.

Kerudung biru. Apa kamu ingat aku pernah bilang begini “kamu terlihat lebih cantik kalo pake kerudung biru”. Ah mungkin kamu sudah lupa, aku saja yang terus-terusan mengingatnya. Baju yang kamu kenakan malam itu juga berwarna biru, kamu tahu sekali warna favoritku.

Dari posisiku duduk, kamu membelakangiku, tak apa, dengan posisi dudukmu malam itu, aku puas melihatmu, tanpa takut ketahuan.

Kita di sana sampai pukul 12 malam, kita berbincang, kita tertawa, kita bernyanyi. Mengikuti lirik yang dinyanyikan mbak Panda, Mas Bibin dan home band café tersebut yang memang suara mereka pantas untuk bernyanyi.

Sebenarnya malam itu aku ingin sekali bernyanyi membawakan lagu Sheila on 7 yang berjudul Anugrah Terindah Yang Pernah Aku Miliki, apa daya keinginanku masih kalah oleh rasa maluku.

Aku juga takut, setelah mendengar suaraku, pengunjung café malah memutuskan untuk pulang.

Oh ya aku baru ingat, kita tidak berbincang, kita juga tidak tertawa bersama, kamu sibuk dengan obrolanmu, aku juga sibuk dengan obrolanku, kita seperti manusia yang tidak pernah bertemu sebelumnya, kita seperti tidak saling mengenal. Kita seperti kartun favorit masa kecil, Tom and Jerry, bermusuhan.

Aku sempat memberanikan diri untuk menanyakanmu, kapan kamu berangkat untuk berobat, tapi… kamu hanya menjawabku ketus. “Minggu” katamu.

Begitu juga saat kita, bukan.. saat aku dan kamu berjalan menuju ke luar cafe untuk pulang. Kamu berjalan pelan di belakangku. Aku memelankan langkahku, berharap kita bisa saling berjalan beriringan. Harapanku memang terkabul, tapi itu tidak lama hanya sekian detik.

Bahkan saat aku menanyakanmu saat kita persis beriringan, berapa hari kamu di sana, lagi-lagi kamu menjawabku ketus, “seminggu” katamu sambil berjalan cepat, seolah-olah aku ini adalah penjahat yang ingin membunuhmu. Meninggalkan aku sendiri di belakang, melihat punggungmu meninggalkanku….

***

Saat menulis ini, aku berpikir. Bahkan sebelum menulis ini pun aku masih tetap berpikir, iya aku manusia memang diciptakan untuk berpikir. Aku tidak berpikir untuk menciptakan teori atom yang baru atau memikirkan rumus baru untuk pelajaran statistika.

Aku hanya berpikir sederhana, bisakah hubungan kita seperti biasa. Bukan.. hubungan aku dan kamu seperti biasa, layaknya teman yang saling kenal?

Aku ingat semua pesanmu saat kamu memutuskan hubungan kita. “Aku nggak mau kita musuhan, teman baik ya?” sakit memang mengingatnya, tapi mau bagaimana? Aku yang terlanjur membuatmu terluka.

“Iya, teman” balasku malam itu.

Atau…. Aku sudah membuatmu terlalu benci kepadaku, terlalu marah kepadaku? Apa hatimu sudah terlalu sakit oleh perbuatanku yang dulu? apa kamu membenciku karena perkataanku saat berbalas pesan terakhir? Oh ya memang aku sangat kasar saat itu, aku mengeluarkan semua unek-unekku kepadamu, semua yang mengganjal pada hubungan kita yang dulu. Maaf aku mengeluarkan semua karena aku tidak terima jika hubungan kita berakhir. Aku masih… sayang. Maaf.

Atau… apa benar, seperti yang dikatakan teman-temanku? Mungkin dia butuh waktu, biarkan saja dulu, nanti juga dia bakal kaya biasanya kok” Begitu kata teman-temanku. Semoga mereka benar.

Atau… mungkin saja jika kamu membaca ini, gara-gara tulisan ini, rasa bencimu, marahmu akan lebih besar lagi kepadaku? Sekali lagi maaf, aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa.. Apakah tidak ada kata maaf untukku, sekali lagi?

Aku hanya berharap perkataan teman-temanku benar, kamu hanya butuh waktu agar semuanya tampak seperti biasa lagi. Semoga.


***
Saat aku menulis ini, aku benar-benar masih sayang… harapanku hanya satu…

Jika nanti kamu terluka dengan orang lain, lihat aku, aku masih di belakangmu.

Jika perasaan ini masih sama seperti saat pertama kali aku menyatakan cinta kepadamu dan kamu masih belum menemukan seseorang yang baru atau kamu terluka dengan orang lain IZINKAN AKU KEMBALI… dengan aku yang baru.

Semoga semuanya baik-baik saja. Cepat sembuh, ya…

Regard.

Arul “masih sayang” Ipansah

16 April 2016 2.50 Malam. Tulisan ini selesai.

***


 Sumber gambar : Get your love again

32 Komentar

  1. Sedaaaap ini kata-katanya Rul "dan kamu masih belum menemukan seseorang yang baru atau kamu terluka dengan orang lain IZINKAN AKU KEMBALI… dengan aku yang baru". xD

    BalasHapus
  2. anjassss arul, perjuangin rul perjuangin (kalo emang menurut loe dia bisa loe perjuangin dengan muka pas-pasan yang bikin muak itu wkwkwk)
    betewe cepet sembuh buat si mantan yang semoga lebaran ini gak jadi mantan lagi.

    BalasHapus
  3. Aku gatau kenapa dengan menulis kita bisa jujur, dan aku suka kagum sama mereka. Penulis lebih jujur pada diri sendiri. Kenapa bisa tau? Ya tulisan mereka.
    Gapapa, kenangan punya porsi masing-masing. Siapa tahu, yg bawa kenangan kembali di musim mendatang :)

    BalasHapus
  4. #nowplaying Terjebak Nostalgia - Raisa :')

    BalasHapus
  5. Icikiwirrr,,habis satu pack tisu aku bacanya -,-

    BalasHapus
  6. ehek ehek ehek ehek, sedih adek bang baca bang arul. ehek ehek ehek..

    BalasHapus
  7. Ehem. I know that feel, bro. Kisah cinta gue juga begitu. Tapi ya bedanya gue orangnya terlalu bego. Melepaskan dia yang sebenarnya masih sayang sama gue. Dan sekarang, ketika gue ingin kembali, dia sudah ada yang punya. Bahkan ketika dia sudah tidak ada yang memiliki, dia sama sekali tidak membalas chat gue. Yah, sepertinya pintu hati itu sudah ia tutup rapat :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, yasudah sabar aja... nasib kita sama :D

      Hapus
  8. Kalau dari gue sih Get Well Very Soon.

    BalasHapus
  9. KAMU NGAPAIN SIH RUL KE DIA? KOK BISA SAMPAI PUTUS????
    KAN JADINYA NYESEL KAN? KAYAK AKU...

    Eh, anyway, kamu nulis cinta-cintaan begini asik juga rul. Heuheu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kata teman-temanku juga gitu, mas :D
      tapi kemarin aku nyoba lagi eh nggak bisa hahha

      Hapus
  10. membaca tulisanmu ini bang, mengingatkanku akan teganya diriku dulu :'D

    BalasHapus
  11. aeeeeeee aeeeeee. semoga cepet sembuh mantannya Arul

    BalasHapus
  12. Asik ya bahas mantan. Nulisnya pake ATI banget untung ga sama jeroannya 😂

    BalasHapus
  13. dan gadis berkerudung biru itupun kini menjadi kenangan yg (sepertinya) layak disimpan di relung hati

    BalasHapus
  14. Pas baca ini kok gue cengeng banget yak :'D

    BalasHapus
  15. Nice And Informative Website. Please Keep Continue Such Kind Of Effort. I Shared Your Post With My
    Friends Also. Ask Free Question Related To Vashikaran Solutions, Black Magic Solution, Black Magic
    Removal, Inter Caste Love Marriage, Love Problem Solution, etc. We Are The Vashikaran Specialist Baba
    Ji. We Will Be Happy To Answer You Free Of Cost. Visit Our Website www.Lovevashikaranexpert.In
    Contact +91 9915707766
    Vashikaran Specialist In Delhi

    BalasHapus
  16. vashikaran specialist baba ji in delhi is the best astrologer in the delhi provides you the black magic removal mantra, voodoo doll expert, vashikaran mantra, famous jyotish
    contact us:- 9560189328
    visit us:- http://lovemarriagefamousjyotish.com
    famous jyotish
    vashikaran specialist baba ji in delhi
    love marriage problem solution baba ji
    voodoo black magic
    black magic removal mantra

    BalasHapus

Komentar di sini aja, biar bisa blogwalking