NKCTHI, Apa Yang Kita Tanam, Itu Yang Kita Raih

Januari 03, 2020




Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, adalah film ke 11 Angga Dwimas Sasongko, diangkat dari bukunya Marcella FP yang berjudul sama. Bercerita tentang sebuah keluarga yang utuh. Ibu, Bapak, anak sulung, anak tengah dan bungsu yang ternyata memiliki masalah mereka masing-masing. Cerita digerakkan oleh Awan (Rachel Amanda) anak bungsu, yang merasa hidupnya terlalu dikekang oleh Ayahnya. Sebenarnya bukan hanya dia yang di kekang, tetapi si sulung juga, yaitu Angkasa yang diperankan oleh Rio Dewanto. . Ada juga Aurora (Sheila Dara), memerankan anak tengah, yang dingin dan seperti terasingkan dari keluarganya.

Pemilihan alur yang nggak runtut bikin filmnya jadi jauh lebih menarik, kalau yang udah nonton coba deh bayangin kalau alurnya maju terus. Pasti membosankan banget kan?Dengan  alur dan plot yang disajikan menggunakan gaya bertutur seperti itu, jadi bikin rasa penasaran penonton dipermainkan dan dibikin bertanya terus menerus sebenarnya apa sih yang terjadi di keluarga tersebut. Informasinya dicicil dengan rapi banget, salut sama penulis skenarionya. Nggak bikin pusing sama sekali. Dengan dicicil serapi itu, ya tinggal menuai emosi penoton di saat film menuju klimaks. Aku aja nangis tuh di beberapa adegan hahaha.

Lewat adegan-adegan flashback kita juga jadi tahu apa sih yang menyebabkan karakter-karakternya jadi punya masalah-masalah yang mereka hadapi. Kita jadi tau kenapa Awan di kekang, kenapa Angkasa diberikan beban yang sebegitu berat, dan tentu saja kenapa Aurora menjadi pribadi yang sangat dingin.

Karakter dan masalah dipikul oleh Awan sebenarnya udah cukup untuk menggerakkan cerita. Tetapi menurutku akan lebih menarik jika karakter Auroralah yang dipercaya untuk menggerakkan ceritanya, karena masalahnya lebih kompleks dari sekadar dikekang aja.

Walaupun begitu lewat keragaman karakter yang muncul di film ini, pasti bikin yang nonton relate banget sama filmnya. Pasti paling nggak kita pernah jadi anak yang dikekang, diberikan tanggung jawab yang besar, dan diasingkan. Aku rasa, Sheila Dara berhasil jadi scene stealer sih di film ini, dia meyakinkan banget jadi anak yang sangat dingin karena emosi yang dia pendam, cara dia menyampaikan dialognya dengan memberikan jeda sebelum dia ngomong tuh bikin bulu kuduk merinding. Berhasil banget dia bawakan dengan baik. Seingatku ada dua momen sih dia kayak gitu, waktu adegan klimaks, dan scene ruang keluarga.

Scene ruang keluarga, itu tuh favoritku sih, powerfull banget. Inget nggak pas Rio Dewanto muncrat ketika marah-marah, itu jadi realistis banget kan adegannya, nggak mungkin kalo marah-marah yang keluar saldo atm, kan?

Meskipun filmnya berhasil bikin emosi penonton campur aduk, tetap saja menurutku ada kurangnya. Terutama pemilihan dialog dengan bahasa bakunya dan quotable itu tuh cukup menganggu, tapi aku terima-terima aja sih. Ya karena adaptasi, pasti unsur-unsur dalam bukunya harus ada yang masuk. Untungnya lagi, setiap karakternya itu kuat. Jadi setiap dialog yang keluar dari masing-masing karakter, ya bisa dipercaya. Kecuali Kale ya. #Ups

Soundtracknya emang kekinian banget, tapi aku keganggu juga sama soundtracknya, beberapa adegan tuh nggak pas. Lagunya kunto Aji yang Pilu Membiru tuh lagu yang paling sering aku dengar akhir-akhir ini, tapi agak skeptis kenapa harus ditaruh di awal. Ya kalau mau dipikir-pikir sih, cocok sama adegannya.

Terus kemunculan lagunya Pamungkas itu tuh mengganggu banget, kayak suara muskinya lebih keras dari dialognya gitu, jadi malah fokus ke lagunya dan ngga fokus ke adegan. Terlepas dari itu semua, film ini menurutku wajib untuk ditonton, karena selain hal-hal di atas, visualnya juga enak banget dilihat, cerita yang relateable juga jadi poin plus. Paling enak nih nonton sekeluarga, biar jadi mengerti satu sama lain.

Selesai menonton NKCTHI aku semakin yakin, apa yang kita tanam, itu yang kita raih. Wanjay, puitis banget eug! Hahaha.



You Might Also Like

1 komentar

  1. Saya suka pisan sama film ini dan memang ngerasa relate banget terutama peran Mas Angkasa sebagai anak laki-laki pertama. Saya juga anak laki-laki pertama jadi tahu betul gimana memikul tanggung jawab menggantikan peran ayah.

    Paling seneng OST yang dinyanyikan isyana. keren menurut saya sih.

    BalasHapus